
Saat memasuki kota Malang dan melewati kawasan celaket (Jl. Jaksa Agung Suprapto), kita akan menemukan beberapa bangunan peninggalan Belanda yang dijadikan sekolah. Salah satunya, sekolah SMAK Cor Jesu. Tampak depan sekolah tak pernah berubah, karena sekolah ini ingin tetap menjaga "warisan" bangunan Belanda tersebut. Sekolah ini juga dikenal sebagai tempat biara kesusteran. Karena tepat di belakang SMA terdapat asrama kesusteran. Lokasi yang strategis di tengah kota, sangat mendukung anak sekolah menuju sekolah ini – dilalui oleh berbagai angkutan kota.
Gedung SMAK Cor Jesu terdiri dari TK, SD, SMP, dan SMK Cor Jesu, yang dibawah naungan yayasan Dhira Bhakti Indonesia. Dengan mendirikan sekolah di berbagai kota, yayasan ini memiliki tujuan agar kasih Tuhan juga dapat dirasakan bagi masyarakat secara umum. Kita dapat mengenal sekolah yayasan Dhira Bhakti di kota-kota lainnya dengan melihat lambang yang sama, yaitu bertuliskan serviam. Lambang serviam memiliki arti saya mau mengabdi (latin), dapat pula dikatakan semangat serivam tidak hanya mementingkan pengajaran, melainkan juga pembentukan pribadi yang luhur (pancasila).
Uniknya neh, yang sekolah di sini tuh terdiri dari berbagai murid dari berbagai kota dan pulau. Ada yang berasal dari kota Jakarta, Surabaya, Palangkaraya (Kalimantan), Kupang (Nusa Tenggara), dan Jayapura (Papua). Yang cewek biasanya tinggal di asrama putri milik Cor Jesu, bagi yang cowok biasanya kost di sekitar Cor Jesu. Meskipun dari berbagai kota dan pulau, mereka memiliki sifat kekeluargaan yang baik. Mereka tidak membeda-bedakan teman dan bersaing secara sportif.
Kegiatan belajar mengajar di SMAK Cor Jesu dimulai pukul 06.40 dan berakhir pukul 14.00, setiap hari Senin sampai Jumat. Hari Sabtu digunakan bagi mereka yang membutuhkan ulangan susulan dan remidi. Selain kegiatan belajar mengajar rutin, SMAK Cor Jesu juga memiliki kegiatan pengembangan diri seperti
workshop/ seminar dan ekstrakulikuler.
Workshop/ seminar diadakan setiap Jumat siang sambil mengisi waktu disela-sela teman yang lain beribadah.
Ektrakulikuler diadakan sepulang sekolah yang disesuaikan bidangnya masing-masing, diantaranya basket, futsal, paduan suara, jurnalistik, komputer,
band, mandarin, debat, taekwondo, dan KSMS yaitu kegiatan bidang sosial atau menolong anak-anak yang membutuhkan.

Berbagai lomba dan pertandingan selalu diikuti SMAK Cor Jesu, untuk menguji keterampilan, ketangkasan, dan ketepatan. Dengan latihan yang tekun disertai
![]()
semangat kekeluargaan yang tinggi, nggak heran SMAK Cor Jesu mampu mendapatkan keberhasilan di berbagai lomba, diantaranya lomba debat (juara II tahun 2009), lomba band (juara I tahun 2009), lomba orasi dan cerdas cermat "Hari Aids Sedunia" (juara I tahun 2008), lomba musikalisasi puisi (juara II), lomba bela diri Tae Kwon Do (juara III tahun 2010), dan masih banyak lagi.
Nggak cuman mengikuti lomba dan pertandingan aja, SMAK Cor Jesu juga ikut menyelenggarakan pertandingan tahunan futsal SMP se-Malang raya. Pertandingan futsal tahunan yang lebih dikenal dengan nama SMACO CUP ini bertujuan memperkenalkan SMAK Cor Jesu kepada sekolah lainnya, terutama anak-anak SMP yang mungkin SMA nya kelak mau masuk ke SMAK Cor Jesu.
Karena diadakan oleh SMAK Cor Jesu, maka tempat yang dipergunakan adalah lapangan SMAK Cor Jesu. Pertandingan yang dilakukan tahunan ini, bagi pemenangnya juara I sampai juara III akan mendapat penghargaan berupa piala dan uang pembinaan. Dalam hal pelajaran, SMAK Cor Jesu juga nggak mau ketinggalan. SMAK Cor Jesu mampu menghadapi ujian nasional (UNAS) yang rata-rata memiliki nilai yang cukup tinggi. Kebanyakan lulusan dari SMAK Cor Jesu mampu berkarya dengan baik di masyarakat.
Ada yang menjadi seorang dokter, badan pemerintah, exportir, dan masih banyak lagi yang lain. Hal itu dapat dilihat ketika ada reuni akbar tahun 2009 kemarin. Para alumni memiliki kesan tersendiri terhadap SMAK Cor Jesu, salah satunya membentuk pribadi yang disiplin, terampil, bertanggung jawab, dan memiliki sifat kekeluargaan atau kebersamaan. (*/Jey)
Pendidikan bukan hanya sarana untuk belajar akademik tapi juga memperdalam karakter & kepekaan persaudaraan.