Fakultas Sastra dan Ilmu Budaya

Sep 16 at 12:35am - vincent
Buat temen-temen yang suka sama yang namanya sastra, fakultas ilmu budaya Universitas Airlangga cocok banget neh buat kalian. Di fakultas ini terdapat tiga program studi sastra, yakni sastra Indonesia, sastra Inggris, dan sastra Jepang serta dua program lainnya yaitu D3 Bahasa Inggris dan Ilmu sejarah. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga ini awalnya merupakan Jurusan Bahasa dan Sastra yang hanya terdiri dari dua program studi yaitu Sastra Inggris dan Sastra Indonesia yang berdiri pada tahun 1988 dan masih dibawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik(FISIP). Sepuluh tahun berikutnya yakni pada tahun 1998 program studi Ilmu Sejarah hadir dan bergabung dengan sastra Inggris dan Indonesia, sehingga Jurusan Bahasa dan Sastra mempunyai tiga program studi. Kisaran pada akhir tahun 1998 jurusan bahasa dan sastra sesuai dengan surat MENDIKNAS memisahkan dirinya dari FISIP dan mendirikan fakultas sendiri dengan nama Fakultas Ilmu Budaya. Dengan lahirnya Fakultas Ilmu Budaya ini maka berturut-turut lahir pula Program Studi lainnya seperti Bahasa Inggris D3 pada tahun 2000 dan sastra Jepang pada tahun 2006. Fakultas ini berada di kampus B Unair Jalan Dharmawangsa Dalam Surabaya.

Di Eropa Fakultas sastra atau Ilmu Budaya sangat banyak peminatnya dibandingkan dengan peminat kedokteran, memang hal ini berbanding terbalik dengan di Indonesia, namun bukan berarti fakultas sastra tidak keren. sebaliknya orang-orang jebolan satra ini lah yang memegang peranan penting dalam ke-eksistensian jati diri sebuah Negara, karena melalui sastra dan budayalah Negara menjual potensinya pada dunia global.

Pada sastra Indonesia pembelajaran difokuskan pada tiga cabang bidang studi yakni linguistic, sastra dan filologi. Linguistic adalah studi yang membahas tentang bunyi bahasa, sastra memfokuskan dari pada karya-karya sastra Indonesia dan terjemahan sedangkan filologi membahas tentang naskah-naskah kuno. Pada sastra inggris terdapat tiga cabang studi yakni linguistic, literature dan culture study. Pada penjurusan di masing-masing program studi rata-rata membahas pokok pembelajaran yang sama hanya saja yang membedakan adalah negaranya.

Untuk lapangan pekerjaan sendiri sastra Indonesia lebih berfokus menjadi seorang kritikus sastra, namun bisa juga menjadi Duta Indonesia, karena ke-Dutaan Indonesia membutuhkan orang-orang yang mengerti penuh tentang ke Indonesiaan, institusi-institusi seperti Bank, Guru , Dosen. Hal ini juga berlaku pada sastra-sastra yang lainnya juga. (*/Dilo)
 
Science