GURU TELADAN - KRESNAYANA YAHYA : JANGAN SALAHKAN KURIKULUM!

Apr 13 at 4:30am - vincent
Drs. Kresnayana Yahya M.Sc dikenal sebagai pengamat Ekonomi, Analisis Data dan pendidikan. Dosen statistik di Institut Teknologi Surabaya (ITS) ini punya pengalaman seru sewaktu sekolah dulu loh. Sejak SMP beliau sudah mengajar/ memberi les. Ketika ditanya soal kurikulum pendidikan sekarang ini yang sering gonta-ganti, beliau bilang kalo kita gak bole menyalahkan kurikulum. Hayoo siapa yang sering protes? Kayaknya kamu perlu baca nasehat pak Kresna nih.

Apa Tujuan hidup bapak?

Waktu kecil, tujuan hidup saya adalah jadi orang yang berperan dalam kehidupan. Sejak SMP dan SMA, saya selalu jadi pemimpin, penggerak dan mengambil peran untuk bertindak terhadap ketidakadilan dan selalu jadi pelopor perubahan. Saya juga rajin ikut berbagai aktivitas seni dan paduan suara. Tujuannya hanya membentuk diri jadi orang yang  bisa berperan.

Di ITS, saya belajar Matematika dan diurus oleh orang yang sangat tidak kompeten. Saya berontak! Pendidikan dijadikan lahan sekedar cari pekerjaan oleh sekelompok orang. Akhirnya saya lulus dan melanjutkan studi di ITB kemudian ke Amerika. Proses berperan hanya bisa kalau kita punya kompetensi, punya ilmu dan punya jaringan.

Kekuatan berperan itulah yang sekarang menjadikan saya punya jaringan di mana – mana. Menemukan Tuhan dalam bekerja dan menemukan Tuhan sebagai pemimpin hidup saya, menjadikan semua pekerjaan itu mudah dan bisa dijalani.

Bisa diceritakan tentang masa muda atau latar belakang bapak dahulu? Apa cita-cita Bapak dulu?

Masa muda saya sangat bervariasi dengan berbagai tantangan hidup yang tidak nyaman dan tidak semegah yang dibayangkan orang. Sejak SMP, saya sudah memberi les dan mengajar. Itulah saatnya saya menemukan sesuatu yang unik yaitu mengajar orang dan belajar mengenali manusia.

Pada waktu muda, keinginan jadi dokter atau jadi insinyur yang bisa merancang dan menjadi pembangun (konstruksi). Rasanya asyik banget untuk bisa merubah dari yang sakit, jadi sembuh dan dari yang tidak ada, bisa jadi bangunan atau jadi sesuatu. Tapi dalam perjalanannya, saya baca tentang tokoh – tokoh seperti Newton, Archimedes, Plato dll. Jadinya saya putuskan belajar Matematika.

Benar juga, setelah belajar Matematika, bisa terlibat juga di dunia Kedokteran dan medis. Di dunia konstruksi dan quality dan masih banyak bidang yang bisa digeluti karena kekuatan ilmu Matematika dan Statistika. Sampai - sampai jadi analis sosial karna dipaksa keadaan, jadi belajar tentang demography karena ikut gerakan di PKBI dan ZPG ( Zero population Growth).

Bagaimana perjuangan pencapaian cita-citanya?

Saya tidak tahu apakah saya mencapai cita – cita atau tidak. Yang pasti, saya selalu merasa dapat pimpinan dan support Tuhan dalam mengerjakan segala sesuatu. Puluhan kali ke luar negeri tidak pernah keluar uang sendiri. Dapat undangan, dapat tugas dan dapat kesempatan untuk berbuat sesuatu. Bersaing, berjuang dan selalu menerima yang terbaik. Itulah dinamika hidup. Kalo cuma dipersulit, orang sudah sering mengalaminya. Tapi berjuang untuk menghadirkan kebenaran, sangat sulit sekali!

Kata Pak Kresna yang juga sebagai Enciety Business Consult ini. Pak Kresna mengatakan, banyak orang bersaing jadi pemimpin. Tuhan akan memberi kuasa satu setiap masa-Nya, dan itulah yang akan menjadikan Indonesia makin maju selangkah demi selangkah.

Dengan adanya kurikulum yang berubah-ubah, membuat siswa-siswi sekolah sering bingung dan terbeban. Nah, solusinya gimana pak?

Mestinya setiap orang sadar bahwa dunia ini memang sebuah proses perubahan. Kenapa kalau ada perubahan kok banyak orang melawan? Anak muda hidupnya selalu cari zona nyaman. Padahal kenyamanan itu adalah sebuah dosa, dan sebuah stagnasi.

Karena Tuhan selalu mengajak manusia berubah akal budinya, untuk menjadi manusia yang makin sempurna dan paham kehendak Tuhan. Perubahan harus disikapi sebagai sebuah realita. Hanya yang berubah akan ikut menjadi penentu masa depan.

Kalau anak muda bingung dan tidak terbeban untuk jadi pelaku masa depan. Maka jangan pernah muda! Langsung saja jadi tua dan karatan. Berubah itu harus dan diubah oleh kuasa Tuhan itulah sebuah kesempurnaan hidup. Mereka yang kenal dan dapat sapaan Tuhan dalam hidupnya, akan menjadi bagian penentu pembaharuan kehidupan. Gimana guys....mantap kan nasehatnya pak Kresna? Mulai sekarang jangan suka protes yah, tapi jadilah agen perubahan yang bisa menunjukkan prestasi! (*/ Bb)

Kebanyakan milyuner mendapat nilai B atau C di kampus. Mereka membangun kekayaan bukan dari IQ semata, melainkan kreativitas dan akal sehat.

(Thomas Stanley)

 
News