
Kabupaten Kediri patut berbangga ama seorang guru SMPN 1
Pare Kabupaten Kediri. Beliau adalah Dra. Wiwik Suharti, M.Pd. Beliau berhasil
jadi juara 2 Guru berprestasi Tingkat Nasional tahun 2009 tepatnya tanggal 12 –
18 agustus 2009 lalu. Prosesnya berawal dari bulan April 2009 lalu, bu Wiwik
mengikuti Test di Kabupaten Kediri. Di sini bu Wiwik harus bersaing dengan 50
guru SMP se-Kediri selama 2 hari.
Akhirnya, terpilihlah 10 guru. Kemudian bu Wiwik mengikuti
seleksi di Tingkat Provinsi dan diambil 5 peserta dari 33 guru se Kabupaten/
Kota Jawa Timur.
Finally, beliau terpilih
mewakili Jawa Timur di Tingkat nasional pada bulan Agustus 2009 tahun lalu.

Menurut Ibu Wiwik, dirinya berhasil melaui proses seleksi
itu karena memiliki berbagai cara yang membuat dirinya berhasil lolos dari satu
tahap, ke tahap lain. Salah satunya, bu Wiwik rajin membuat berbagai tulisan
seperti membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI), buku pelajaran,dll. Itu yang jadi
nilai tambah bagi tim penguji, sehingga beliau berhasil melalui berbagai proses
seleksi dari Tingkat Kabupaten hingga Provinsi.
Dan di Tingkat nasional sendiri, proses pengujian itu
dilaksanakan di Hotel Sahid Jaya Jakarta pada tanggal 12 – 18 Agustus 2009. Adapun
tes yang diikuti antara lain, Test Tulis, Wawancara, Test Karya Tulis Ilmiah (
KTI ), Test Kesehatan, Performance, Administrasi, Kompetensi Sosial dan
Kompetensi Kepribadian dan semuanya itu dinilai oleh dewan juri tanpa
sepengetahuan peserta, sampai akhirnya Bu Wiwik berhasil meraih juara 2 dari 33
peserta dari 33 provinsi.

Atas kesuksessannya, Bu Wiwik berhasil meraih hadiah
sekitar, kurang lebih 30 jutaan loh plus ditambah Laptop, Kamera digital dari
berbagai pihak. Bahkan beliau juga mendapatkan pengalaman yang nggak akan
terlupakan yaitu berhak mengikuti Konferensi Guru se Asia Tenggara di Negara
Vietnam pada bulan Desember 2009 lalu.
Beliau sempat mendapatkan pelajaran dari kunjungannya ke
Vietnam waktu lalu. Di sana, komitmen guru pada siswa sangat tinggi. Lalu gaji
yang didapatkan guru disana bisa dibilang lebih kecil dari guru – guru di
Indonesia. Tetapi yang membuat beda adalah mereka mendapatkan tunjangan yang
didapatkan dari empati masyarakat sangat tinggi.

Saat ini beliau sedang membuat beberapa peralatan di
laboratorium dari benda - benda di sekitar. Bu Wiwik menyadari, meskipun input
dari sekolah tempatnya mengajar dari kalangan menengah ke bawah, tetapi dari
segi prestasi beliau bertekad untuk nggak mau kalah dengan sekolah – sekolah
lain yang lebih mampu.
Impian beliau terhadap pendidikan agar semua guru jangan
ragu untuk memberi nilai yang murni, benar – benar siswa itu dapatkan, tanpa
melalui proses remidi atau ujian ulang atau susulan, agar siswa lebih terpacu
untuk meperbaiki nilai seperti yang diterapkan oleh Perguruan Tinggi.

Pesan ibu untuk teman – teman pelajar adalah, jangan
pernah malas untuk belajar dan belajar serta selalu bekali diri dengan budi
pekerti dan keimanan. Karena nilai yang kita dapatkan di sekolah, nggak akan
ada artinya apabila budi pekerti kita jelek dihadapan masyarakat. Gimana
teman-teman pelajar....suatu saat kalo kamu punya cita-cita seperti bu Wiwik,
kayaknya juga patut meneladani prestasi beliau juga deh. (*/ Rob)
Kepandaian membuatmu bisa melejit naik ke puncak. Tapi karakterlah
yang akan mempertahankannya!