Apr 13 at 4:16am - vincent

Kabupaten Kediri patut berbangga ama seorang guru SMPN 1 Pare Kabupaten Kediri. Beliau adalah Dra. Wiwik Suharti, M.Pd. Beliau berhasil jadi juara 2 Guru berprestasi Tingkat Nasional tahun 2009 tepatnya tanggal 12 – 18 agustus 2009 lalu. Prosesnya berawal dari bulan April 2009 lalu, bu Wiwik mengikuti Test di Kabupaten Kediri. Di sini bu Wiwik harus bersaing dengan 50 guru SMP se-Kediri selama 2 hari.

Akhirnya, terpilihlah 10 guru. Kemudian bu Wiwik mengikuti seleksi di Tingkat Provinsi dan diambil 5 peserta dari 33 guru se Kabupaten/ Kota Jawa Timur. Finally, beliau terpilih mewakili Jawa Timur di Tingkat nasional pada bulan Agustus 2009 tahun lalu.

Menurut Ibu Wiwik, dirinya berhasil melaui proses seleksi itu karena memiliki berbagai cara yang membuat dirinya berhasil lolos dari satu tahap, ke tahap lain. Salah satunya, bu Wiwik rajin membuat berbagai tulisan seperti membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI), buku pelajaran,dll. Itu yang jadi nilai tambah bagi tim penguji, sehingga beliau berhasil melalui berbagai proses seleksi dari Tingkat Kabupaten hingga Provinsi.

Dan di Tingkat nasional sendiri, proses pengujian itu dilaksanakan di Hotel Sahid Jaya Jakarta pada tanggal 12 – 18 Agustus 2009. Adapun tes yang diikuti antara lain, Test Tulis, Wawancara, Test Karya Tulis Ilmiah ( KTI ), Test Kesehatan, Performance, Administrasi, Kompetensi Sosial dan Kompetensi Kepribadian dan semuanya itu dinilai oleh dewan juri tanpa sepengetahuan peserta, sampai akhirnya Bu Wiwik berhasil meraih juara 2 dari 33 peserta dari 33 provinsi.

Atas kesuksessannya, Bu Wiwik berhasil meraih hadiah sekitar, kurang lebih 30 jutaan loh plus ditambah Laptop, Kamera digital dari berbagai pihak. Bahkan beliau juga mendapatkan pengalaman yang nggak akan terlupakan yaitu berhak mengikuti Konferensi Guru se Asia Tenggara di Negara Vietnam pada bulan Desember 2009 lalu.

Beliau sempat mendapatkan pelajaran dari kunjungannya ke Vietnam waktu lalu. Di sana, komitmen guru pada siswa sangat tinggi. Lalu gaji yang didapatkan guru disana bisa dibilang lebih kecil dari guru – guru di Indonesia. Tetapi yang membuat beda adalah mereka mendapatkan tunjangan yang didapatkan dari empati masyarakat sangat tinggi.

Saat ini beliau sedang membuat beberapa peralatan di laboratorium dari benda - benda di sekitar. Bu Wiwik menyadari, meskipun input dari sekolah tempatnya mengajar dari kalangan menengah ke bawah, tetapi dari segi prestasi beliau bertekad untuk nggak mau kalah dengan sekolah – sekolah lain yang lebih mampu.

Impian beliau terhadap pendidikan agar semua guru jangan ragu untuk memberi nilai yang murni, benar – benar siswa itu dapatkan, tanpa melalui proses remidi atau ujian ulang atau susulan, agar siswa lebih terpacu untuk meperbaiki nilai seperti yang diterapkan oleh Perguruan Tinggi.

Pesan ibu untuk teman – teman pelajar adalah, jangan pernah malas untuk belajar dan belajar serta selalu bekali diri dengan budi pekerti dan keimanan. Karena nilai yang kita dapatkan di sekolah, nggak akan ada artinya apabila budi pekerti kita jelek dihadapan masyarakat. Gimana teman-teman pelajar....suatu saat kalo kamu punya cita-cita seperti bu Wiwik, kayaknya juga patut meneladani prestasi beliau juga deh. (*/ Rob)

Kepandaian membuatmu bisa melejit naik ke puncak. Tapi karakterlah yang akan mempertahankannya!

 
News