PKMB UNIKA Darma Cendika

Sep 28 at 4:04am - admin

Guys…. Kali ini kita punya liputan menarik tentang Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (PKMB) UNIKA Darma Cendika nich. Kampus yang terletak di Jalan Deles I/29 Surabaya ini, baru-baru ini ngadain PKMB atau yang biasa kita sebut dengan OSPEK di kawasan Gunung Tabor, Tumpang-Malang.




Awal kegiatan dimulai dengan inhouse yang dilaksanakan pada tanggal 8 September 2011 dan outdoor dari tanggal 9 September sampai 11 September 2011.









Kegiatannya bener-bener mendidik MAHARU untuk memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi, kreatif, menjaga kebersamaan disiplin dan mampu bekerja sama.

Hari pertama sampai di Gunung Tabor MAHARU (Mahasiswa Baru) diajak makan bersama di area terbuka secara berkelompok, dengan makanan yang dibawa dari masing-masing kelompok kita diajak untuk berbagi. Setelah itu MAHARU mulai dituntut untuk bekerjasama dari tiap kelompok untuk mengangkat barang bawaan dengan menggunakan satu bambu besar dari atas tebing sampai ke bawah wisma area penginapan. Guys, tau nggak gimana curamnya jalanan apalagi menurun, dengan membawa banyak ransel dalam satu bambu dengan kondisi dipikul bersama-sama, dan di tengah jalan mereka mendapat tambahan beban kayu bakar yang nggak ringan.

Sesampainya di pendopo, mereka diajarkan bagaimana menginap di kamar-kamar yang hanya beralaskan karpet. Tempat yang dingin, nggak ada kasur, bantal atau pun guling. Masing-masing orang hanya membawa 1 buah selimut. Kesederhanaan itu dibarengi dengan tidak adanya listrik. Weh weh weh…. banyak dari MAHARU yang mengeluh karena mereka nggak terbiasa hidup dengan kondisi seperti ini.

Malam hari pukul 9 MAHARU kembali berkumpul di pendopo untuk melakukan kegiatan yang dinamakan dengan Jomblo Night, kita denger dari nama kegiatannya sich keren. Tapi tau nggak sebenarnya kegiatan ini adalah kegiatan Jerit Malam alias penjelajahan di malam hari, hiiiiii…. takut. Kembali kerjasama MAHARU dituntut, apalagi para cowok, gimana mereka menjaga cewek-cewek di tengah malam, melewati hutan dengan medan yang sangat berbahaya karena selain harus melewati jalanan yang terjal, banyak jurang dan menurut cerita penduduk yang ada disana setiap tahunnya tempat ini memakan 1 korban meninggal dunia, makanya masing-masing kelompok diberikan 1 peluit oleh panitia untuk dibunyikan sebagai tanda bahaya.

Nggak cuma itu aja guys, ada 7 pos yang harus mereka lewati. Semua pos mengarah pada berpikir secara logika, menghitung, dan dibutuhkan ketenangan ketika dihadapkan pada sebuah pertanyaan atau game yang benar-benar menjebak. Malam-malam disuruh ngitung, gimana nggak bingung? Apalagi kalau salah, mereka akan kehilangan jatah lauk makanan pada masing-masing pos, bahkan harus ada yang dikorbankan dengan cara disandra salah satu anggota kelompoknya.









Malam yang begitu menakjubkan, karena semua berhasil selamat sampai garis finish sekalipun harus ada kelompok yang kehilangan jatah lauk tempe, krupuk, atau pun pengurangan piring karena mereka gagal di beberapa pos. Hehehehe…. konsekuensi donk.

Esok harinya MAHARU diperhadapkan dengan 1 tantangan yang baru yaitu, bagaimana masing-masing kelompok membuat suatu bangunan dengan bahan-bahan yang berasal dari alam tanpa merusak lingkungan sekitar dengan perlengkapan seadanya dan pasti waktu yang nggak lama. Keegoisan pendapat satu dengan yang lain, persaingan dengan kelompok lain dan waktu yang ditentukan menuntut mereka untuk bekerja cepat san tepat. Dan hasilnya banyak karya bangunan yang unik yang mereka buat yang ditampilkan pada acara prom night.









Di hari terakhir adalah games yang kembali memacu adrenalin. Dari permainan ketapel, merangkak di lumpur, permainan benteng-bentengan di dalam air dan melawan arus deras sungai hanya dengan menggunakan 1 ban dari masing-masing kelompok.

Pada puncak acara di hari terakhir, pembimbing MAHARU memberikan kesempatan untuk MAHARU melampiaskan kekesalannya kepada kakak panitia yang dengan menggunakan telur, tepung dan air yang sudah disiapkan oleh kakak pembimbing. Mereka mencampur air, telur dan tepung tersebut dalam 1 ember dan menyiramnya pada kakak-kakak panitia yang sudah membuat mereka jengkel, tapi nggak semua melakukan itu. Dan terakhir kakak-kakak panitia meminta maaf kepada adik-adik MAHARU dengan membasuh kaki mereka satu-satu. Suasana haru pun tercipta. Bagaimana MAHARU merasakan kasih sayang kakak-kakak pembimbing kepada mereka yang berusaha mendidik mereka, bukan memploncoi mereka.

Guys, mengesankan bukan? Bagaimana kamu diajarkan untuk tidak memiliki rasa dendam dan bagaimana kamu di didik dengan baik sekalipun dengan cara yang menyakitkan. Tapi kamu mendaptkan hasil yang benar-benar tertanam dikehidupan kamu.




Puncak acara PKMB nggak selesai sampai disitu, 24 September 2011 lalu mereka ngadain welcome party dengan nama kegiatan Mask Party alias pesta topeng. Di pesta topeng ini terpilih salah satu MAHARU cowok dan cewek yang terbaik untuk  couple pesta dansa. Dengan dresscode wajib gaun untuk cewek dan wajib jas untuk cowok, semua jadi terlihat beda. Suit… suit….


Dan bagaimana kelanjutan acara pada Mask Party?? Nantikan cerita selanjutnya… ^^

 
News