Bapak guru kita yang satu ini nggak hanya menciptakan para siswa yang berprestasi, beliau pun nggak mau kalah dengan muridnya dalam hal prestasi. Hal ini terbukti dengan adanya event yang digelar pada 23 Juni 2007 lalu, di Aula Dinas Pendidikan Bojonegoro, Bapak Drs. Moch. Muchsin meraih gelar sebagai guru berprestasi. Tau nggak apa kunci beliau jadi guru berprestasi? Padahal, beliau mempersiapkan lomba hanya 2 hari loh. Simak penuturan beliau ketika dihubungi Planet Pelajar via ponsel.

Event pemilihan guru berprestasi untuk mewakili Bojonegoro ini, diikuti
oleh seluruh perwakilan guru SMA se-Bojonegoro. Syarat dipilihnya seorang guru
untuk mengikuti lomba ini adalah lebih diutamakan mereka yang mempunyai pengalaman
mengajar yang lama. Beliau sendiri telah mengajar selama 26 tahun.
Persyaratan lainnya yaitu, mempunyai kemampuan di bidang pendidikan,
mempunyai pededodik (kemampuan mengajar), harus pintar bergaul dengan para
guru, murid, dan masyarakat luas. Selain itu, guru yang dikirim mengikuti
perlombaan ini dituntut membuat karya tulis dengan motode penelitian tindakan
kelas, dan mempunyai portofolio, serta menjalani test tulis selama 60 menit dan
yang diujikan meliputi semua bidang studi sebanyak 125 soal.
Setelah melalui tahap penyeleksian dan penilaian, terpilihlah guru kita
tercinta Drs. M. Muchsin sebagai juara I Guru Berprestasi mengalahkan 17
kandidat SMA se-Bojonegoro. Keberhasilan ini, menurut bapak yang jadi Wakil
Kepala Sekolah, adalah karena karya tulis dan portofolionya mendapatkan nilai
baik, dibanding peserta lain. Beliau lebih menekankan pada permasalahan peran
di lingkungan sekolah dan di rumah.
Padahal, persiapan yang
dilakukan beliau, terbilang cukup singkat loh. "Persiapan untuk lomba sangat
mendesak. Sekolah baru dapat informasi tentang perlombaan ini pada 21 Juni 2007.
Jadi hanya ada 2 hari untuk mempersiapkan segala sesuatunya, ” tutur bapak
yang lahir pada 19 Desember tahun 1957.
Dalam mengisi waktunya, pak Muchsin sehari-hari mengisinya dengan membaca
buku-buku agama modern. Beliau yang memiliki prinsip hidup tiada hari tanpa
berbuat kebaikan ini mengaku mempunyai banyak kenangan sewaktu masih duduk di
Bangku SD. Salah satunya, bapak 2 anak ini, pada saat SD pernah dimarahi
gurunya karna pernah menyemprot wajah sang guru dengan air yang diminumnya,
karna gara-gara gak bisa nelen kapsul saat minum obat.
Melalui planetpelajar.com, Pak Mucshin berpesan pada siswa, supaya belajar
yang sungguh–sungguh dan raihlah prestasi yang setinggi-tingginya dan jangan
lupa harus tetap menggunakan etika dan sopan santun terhadap orang yang lebih
tua harus tetap dijaga.
"Satukan langkahmu, bulatkan tekadmu dan wujudkan prestasimu. Perbanyak
komunikasi dengan orang lain, karena orang-orang yang berhasil itu rata-rata
adalah orang-orang yang pandai berkomunikasi dengan orang lain.” Kata bapak
yang hobi bermain catur ini. Dan untuk teman – teman guru, beliau berpesan
supaya jangan ragu untuk membuka wawasan yang luas, serta harus mampu bergaul
dengan guru – guru yang lain agar bisa saling bertukar wawasan, biar tidak
ketinggalan informasi
Gimana guys dengan profil bapak kita yang satu ini? Kita pasti terbangun
‘tuk jadi pribadi yang semakin lebih maju lagi dunk. Secara gitu looh. Pak
Muchsin yang udah jadi guru aja masih mau terus maju membaca buku-buku
pengetahuan dan menjalin hubungan dengan orang lain, itulah kunci suksesnya.
Gimana dengan kita para pelajar? (*/ Rob)